- mentato pantat Anda
- memukul tetangga Anda
- menikah
- merampok bank
- menyumbangkan satu ginjal Anda
- melakukan suntik pengencangan kulit
- masuk ke sebuah biara
- menghabiskan sebuah pizza sangat besar dalam waktu tiga menit, dan melompat dari sebuah jembatan yang sangat tinggi.
Baiklah, Anda sangat sibuk minggu itu.
Pertanyaannya adalah apakah kesamaan dari setiap kegiatan di atas?
Jawabannya, Anda mungkin melakukan semua kegiatan di atas agar merasa lebih bahagia. Sungguh! Kenyataannya, ini adalah pertanyaan yang sulit karena saya bisa memasukkan kegiatan apapun dalam dalftar di atas. Motivasi di balik semua yang Anda lakukan dan motivasi di balik semua yang orang lain lakukan adalah agar merasa lebih baik.
Jangan mempercayai kata-kata saya begitu saja. Tanyalah kepada psikolog atau bacalah buku Plato, Aristoteles, dan Sigmund Freud. Ada banyak sekali perdebatan mengenai makna hidup. Ada kesepakatan umum mengenai mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan.. kita ingin bahagia dan terus bahagia.
Anda menghabiskan seloyang pizza dalam waktu tiga menit. Anda berpikir, "Rasanya menyenangkan. Saya ingin bahagia sekarang." Anda menyewa pelatih pribadi dan makan selada selama enam bulan. Tujuan Anda adalah,"Saya ingin menyukai pantat saya.. dan ini akan membuat saya lebih bahagia." Anda berhenti mengkonsumsi alkohol. Mengapa? "Kalau saya melakukannya, saya akan merasa lebih baik." Ketika Anda menyumbang Palang Merah atau memukul tetangga Anda, alasan Anda adalah,"Kalau saya melakukannya, saya akan merasa lebih baik."
Mary berkata,"Saya menyumbang yayasan amal karena saya ingin membantu sesama manusia."Tentu saja, Mary, tetapi apakah Anda akan menyumbang kalau itu membuat Anda sengsara? Fred berkata,"Saya memukul tetangga saya karena dia mendatangi saya dengan membawa sekop!" Betul, Fred. Anda mengambil keputusan yang gegabah,"Agar lebih bahagia dalam waktu yang sangat singkat, saya harus mematahkan hidung Larry sebelum dia memukul saya dengan alat berkebun."
Semua orang melakukan hal yang berbeda, tetapi tujuannya tetap sama.. jika saya melakukan ini, maka saya akan merasa lebih baik.
Anda belajar akuntansi selama 4 tahun untuk menyenangkan hati ayah Anda. Anda berkata,"Saya melakukannya agar ayah bahagia." Tidak, Anda tidak melakukannya. Anda melakukannya karena Anda merasa lebih baik ketika melakukan apa yang Ayah Anda inginkan daripada yang Anda rasakan ketika melakukan apa yang Anda inginkan.
Ketika Anda mengorbankan anak-anak Anda, saat Anda menikah atau bercerai, waktu Anda mentato badan Anda atau bergabung ke sebuah biara, tujuan utamanya adalah sebuah upaya untuk merasa lebih baik.. "Saya akan merasa lebih bahagia ketika meninggal daripada saat hidup."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar