Kamis, 10 April 2014

Bahagia di Masa Sulit

Bahagia di Masa Sulit, mungkinkah?

Bahagia di Masa Sulit


Ketika bersepeda keliling dunia, teman saya Aden berhenti sebentar di sebuah desa di Afrika Barat untuk membantu membangun sebuah toko roti. Dia bercerita:
     Kami membutuhkan waktu beberapa bulan untuk membangun toko roti itu. Kami membuat batu bata dari sarang semut yang hancur. Setiap hari, anak-anak desa datang untuk membantu. Tak satup pun anak-anak yang mengenakan sepatu, tetapi ada seorang anak kecil periang yang selalu mengenakan satu kaos kaki, bukan sepatu, hanya satu kaos kaki. Usianya sekitar 10 tahun. Saya memanggilnya Satu Kaos Kaki.
   
     Akhirnya rasa penasaran saya tidak dapat terbendung. Saya berkata,"Satu Kaos Kaki, ceritakan tentang kaos kaki yang selalu kau pakai ini."
     Anak itu dengan bangga berkata,"Ibuku mencucinya setiap malam. Aku mengenakannya setiap hari."
     Saya berkata,"Ya, tetapi mengapa kau hanya mengenakan satu kaos kaki?
Anak itu tampaknya terkejut mendengar pertanyaan konyol saya, dan kemudian dia tersenyum lebar dan berkata,"Karena aku hanya punya satu!"

     Mungkin sekarang Anda sedang bangkrut.
     Mungkin Anda telah kehilangan orang tercinta.
     Mungkin Anda sedang sakit.

Anda berkata,"Aku tidak tahu harus melakukan apa."

Inilah hal pertama yang harus Anda lakukan.. dan satu-satunya hal yang harus Anda lakukan. Terimalah keadaan Anda.
     
     Untuk mengubah keadaan, pertama-tama Anda harus berdamai dengan keadaan Anda. Lupakan tentang menyalahkan, lupakan rasa bersalah Anda, lupakan tentang "bagaimana kalau". Kemajuan Anda tergantung pada menerima keadaan. Menerima keadaan bukan berarti, "Saya ingin tetap disini." Menerima keadaan berarti "Inilah keadaan saya.. dan sekarang saya berusaha untuk mendapatkan apa yang saya inginkan."

     Daripada mengatakan, " Suami saya seperti gorila dan saya terjebak dengannya, lebih baik mengatakan,"Suami saya seperti gorila. Sebuah pengalaman pembelajaran yang sangat sempurna! Sekarang saya menyadari kalau saya berhak mendapatkan perlakuan yang lebih baik."
   
     Daripada mengatakan,"Saya telah kehilangan semua uang saya. Seandainya saja saya tidak menanamkan semua uang saya ke Dana Ekuitas di Honest Eddie, "Anda lebih baik mengatakan,"Inilah keadaan saya. Saya pernah berhasil sebelumnya, dan saya akan berhasil lagi."

     Misalnya Anda mengalami kelebihan berat badan dan Anda ingin menjadi kurus.
Jika Anda berkata:

  • Saya tidak gemuk, atau
  • Saya gemuk karena kesalahan ibu saya, atau
  • Saudara perempuan saya gemuk, apa yang terjadi? Anda akan tetap gemuk.
     Namun, ada pilihan lain:
  • Saya gemuk. Saya menyukai diri saya sendiri baik saat saya gemuk ataupun tidak. Sekarang saya memilih untuk menurunkan berat badan sebanyak 50 kg.
  • Anda menerima keadaan Anda. Sekarang Anda bisa melangkah maju. Menerima keadaan bukan berarti menyerah. Menerima keadaan berarti menyadari bahwa,"Ini adalah bagian dari hidup saya." Seringkali menerima keadaan berarti,"Sekarang saya tidak tahu mengapa ini harus menjadi bagian dari hidup saya, tetapi saya tetap menerimanya."
INTINYA: MENERIMA KEADAAN adalah SUMBER KEKUATAN.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar