Jumat, 11 April 2014

Apakah Mengejar Kebahagiaan Itu Egois?

Inilah hebatnya. Kita semua mengejar kebahagiaan.. ini berjalan dengan sendirinya, tetapi sebagian orang khawatir kalau mengejar kebahagiaan itu sesuatu yang egois. Sehingga mereka merasa bersalah.. dan itu membuat mereka tidak bahagia!



     Mencari kebahagiaan itu tidak egois. MERASA SENGSARALAH YANG EGOIS! Orang yang bahagia lebih bijaksana dan lebih penuh perhatian. Orang tidak bahagialah yang sibuk dengan diri mereka sendiri. Orang yang bahagia memiliki teman, kekasih, dan pegawai yang lebih baik.

     Berbagai penelitian membuktikan jika Anda bahagia maka kemungkinan besar Anda akan:

  • menjadi sukarelawan di dapur untuk memasak sup
  • membawakan barang belanjaan orang yang tidak dikenal, atau
  • meminjami seseorang uang.
  • Jika Anda menderita maka kemungkinan besar Anda akan:
  • mengeluhkan bisul Anda
  • mencuri dari pimpinan Anda, atau
  • menendang seekor anjing.
    Jadi demi kebaikan semua orang yang Anda kenal.. dan untuk kebaikan semua anjing di lingkungan Anda.. mari kita perjelas satu hal, yaitu jika Anda lebih bahagia, maka kita semua akan merasa lebih baik!
     Masa sulit bisa berarti tidak memiliki uang. Masa sulit bisa berarti tidak memiliki teman, tidak memiliki pekerjaan, dan tidak memiliki harapan. Harapanlah yang paling kita butuhkan. Kabar baiknya adalah Anda dapat memanjat keluar dari lubang terdalam. Jika Anda tidak bahagia dengan kehidupan Anda sekarang, Anda mungkin mengenang kembali beberapa bulan sebelumnya dan memahami bahwa semua masa sulit tersebut membantu mempersiapkan Anda untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik.
     
     Kebanyakan dari kita menjalankan kehidupan dengan mempercayai:
  • kesalahan itu buruk
  • orang paling bahagia memiliki kehidupan yang paling mudah
  • orang paling pintar adalah orang yang paling berhasil
  • kita membutuhkan pasangan agar bahagia
  • Tak satu pun pernyataan di atas benar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar