Sabtu, 12 April 2014

Kisah Hong

     Saya bertemu dengan Sushma di Singapura pada 1982. Saat itu saya berusia 33 tahun dan dia berusia 18 tahun. Dia adalah putri dari seorang ayah berdarah India dan seorang ibu berdarah Cina.. dan dia gadis yang cantik. Selama 15 tahun saya pergi berkeliling dunia. Saya memiliki beberapa kekasih, tetapi tidak pernah memikirkan tentang pernikahan. Lima menit setelah bertemu dengan Sushma, saya tahu kalau dia akan menjadi istri saya dan kami menikah dalam waktu 1 tahun.


   
     Saya memiliki usaha perdagangan alat elektronik di Spanyol pada saat itu dan Sushma pindah ke sana bersama saya. Pada Maret 1987 putra tunggal kami yang bernama Jordi lahir. Kami tinggal di Eropa sampai dia berusia empat tahun. Ketika pekerjaan saya menuntut saya untuk pindah ke Nigeria, kami memutuskan akan lebih baik.. dan yang terbaik bagi pendidikan Jordi.. jika dia dan Sushma pindah ke Singapura.

     Saya belum lama berada di Nigeria, pada 23 Mei 1991 ketika saya menerima telepon pukul 2 pagi dari teman-teman saya di kantor. Sushma mengalami kecelakaan di Singapura.. mobilnya menabrak sebuah pohon di Bukit Timah Rd. Berharap yang terbaik, saya mengemasi tas saya untuk pulang, tetapi beberapa jam kemudian saya menerima telepon kedua yang mengabarkan Sushma telah meninggal. Saya menjadi gila. Saya menangis dan terus menangis selama beberapa minggu. Saya menangis karena telah kehilangan istri saya.. tetapi lebih dari itu semua, saya menangisi putra saya yang berusia empat tahun. Bagaimana Jordi bisa melanjutkan hidup tanpa ibunya? Bagaimana saya akan membesarkan dia?

     Komitmen pertama saya kepada putra saya adalah ketika saya tidak akan pernah menikah lagi sampai dia dewasa. Saya memutuskan Jordi harus terus tinggal dan bersekolah di Singapura. Dia tinggal dengan kakek-neneknya selama masa sekolah. Selama liburan, dia tinggal dengan saya di Afrika dan Eropa.

     Kami bepergian ke seluruh dunia layaknya teman.. ke Jerman, Austria, Afrika Selatan, dan Brazil. Dia adalah sahabat saya yang menyenangkan dan penyayang, teman saya, dan belahan jiwa saya. Kami berdua menemukan dunia yang tidak akan pernah ditemukan dalam buku.

TELEPON LAGI 

     Saya pindah ke Bali pada 2001 untuk memulai hidup baru dan mendirikan usaha yang sekarang saya jalankan. Jordi senang sekali pergi ke Bali selama liburan. Pada pertengahan 2006, Jordi menyelesaikan sekolah menengah atasnya dan tinggal bersama saya. Dia ingin sebuah sepeda motor dan saya membelikan sepeda motor untuknya sebagai hadiah kelulusan.

     Kemudian pada 20 September, polisi menelepon saya pukul 2 pagi. Jordi mengalami kecelakaan. Pada saat saya tiba di rumah sakit, tubuhnya sudah membiru. Dia meninggal sepuluh menit kemudian. Usianya baru 19 tahun.

     Pertama istri saya, kemudian putra saya.
     Perasaaan saya mati rasa. Seluruh dunia saya hancur. Saya berjalan-jalan di dalam hutan selama empat hari, dalam keadaan bingung. Ke mana pun saya pergi, saya melihat Jordi. Saya pergi ke Thailand untuk menyembuhkan diri saya. Saya tetap melihatnya. Saya kembali ke Bali dan pada peringatan 40 hari kematiannya, kami mengadakan doa di gereja untuknya.

     Bulan demi bulan berlalu dan perlahan saya mulai menjalani kehidupan saya kembali. Mungkin tinggal selama 13 tahun di Afrika membantu saya mengatasi rasa kehilangan saya. Orang Eropa berkata,"Ini seharusnya tidak terjadi!" Orang Afrika berkata,"Ini terjadi. Hidup terus berjalan." Saya bisa berkata,"Mengapa saya membiarkan dia mengendarai sepeda motor itu?" Namun, apakah itu akan membantu?

     Jika dengan mengalami kesedihan Anda dapat memperbaiki masa depan, maka lakukanlah! Namun, bersedih tidak memperbaiki masa depan.

     Saya tidak memiliki penyesalan apa pun. Saya melakukan semua yang bisa saya lakukan dengan putra saya. Saya memberinya hampir semua yang saya bisa. Dan bagaimana kehidupan saya sekarang? Saya seorang seniman. Saya membuat sesuatu, saya memahat. Saya sangat menyukai binatang. Saya sangat menyukai orang yang saya temui. Semua harta benda saya tidak ada harganya.

     Anda tidak pernah tahu bagaimana Anda akan bereaksi ketika menghadapi tragedi. Sama seperti ketika Anda membayangkan seekor harimau melompat masuk melalui jendela Anda. Anda berkata,"Jika seekor harimau melompat masuk ke dalam kamar saya, saya akan melakukan ini!" Namun, ketika harimau yang asli datang, Anda melakukan sesuatu yang berbeda.

     Setiap hari saya bangun dan memilih untuk bahagia. Apa lagi yang bisa menyakiti saya sekarang? Apa yang bisa membuat saya cemas sekarang? Hidup ini seperti sebuah film. Bukan lama filmnya yang penting, tetapi kualitasnya.

     Tidak ada rahasia untuk mendapatkan kebahagiaan. Anda hanya memilih untuk Bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar